Melalui lembaran ini, pembaca diajak melakukan perjalanan waktu—sebuah penelusuran forensik sejarah; dari jejak para resi yang menyusun garis gaib, dinamika kehidupan di masa madya, hingga perjuangan pahit yang melahirkan identitas "Candimulyo" hari ini. Tugas kita bukan lagi mencari siapa kita, karena "segel" sejarah telah dibuka dan jawabannya telah terpampang nyata. Tugas kita sekarang adalah memastikan benang merah ini tidak akan pernah terputus, demi kehormatan tanah yang kita pijak.
Kata Pengantar
Prolog
Bagian I: Menyusun Kepingan
Membaca tanda-tanda fisik dan memetakan pola yang tersembunyi.
Bab I: Di Mana Candinya? (The Missing Link)
- 1.1 Jejak Purba: Benua yang Tenggelam & Tanah yang Disusun
- 1.2 Tanah yang Jujur: Mengapa Kita Ada di Sini?
- 1.3 Paradoks Nama: Membandingkan “Saudara Kembar”
- 1.4 Garis Gaib: Jalan Tol Para Resi (Garis Lurus Liyangan-Reco-Bongkotan)
- 1.5 Cermin Langit: Sabuk Orion di Atas Desa
Bab II: Fosil Bahasa di Lereng Selatan Sindoro (The Secret Map)
- 2.1 Peta Waktu: Bedah Forensik Sejarah 21 Desa/Kelurahan di Lereng Selatan Sindoro
- 2.2 Kelompok Desa Saksi Purba
- 2.3 Kelompok Desa Peradaban Air
- 2.4 Kelompok Garis Pertanahan
- 2.5 Kelompok Desa Era Madya & Administratif
- 2.6 Mata Rantai yang Hilang “Desa Reco”
- 2.7 Analisis Spasial Candi dan Pembuatnya
- 2.8 Pagar Betis dan Lumbung Logistik
Bab III: Saksi Bisu Tanpa Kepala (The Silent Witness)
- 3.1 Saudara Tua (Kapencar): Zona Dispersi
- 3.2 Sang Penyuci (Reco): Arca Tanpa Kepala & Patirthan
- 3.3 Pondasi Hilang (Bongkotan): Jejak Hunian Resi & Yoni
- 3.4 Raksasa Bogang yang Membisu
- 3.5 Kesimpulan Forensik: Misteri "Tanpa Kepala"
Bagian II: The Great Reset (Mahapralaya)
Menjawab Misteri Kehancuran (Alam & Manusia).
Bab IV: Api dan Takdir (Mengapa Kemuliaan Ini Diratakan?)
- 4.1 Kode Merah: Sindoro Mencari Jalan Keluar
- 4.2 Status: Rata - Laporan Situasi Terakhir
- 4.3 Pecahan Puzzle: Mekanisme Sapuan (Shearing Force)
- 4.4 Kesimpulan Sementara: Muara Kehancuran dan Penyimpanan
Bab V: Zona X (Di Antara Dua Raksasa)
- 5.1 Vonis Geografis: Garis Imajiner & Jarak Maut
- 5.2 Liyangan: Bayangan Kemegahan Masa Lalu
- 5.3 Surat Kematian: Teka-teki Desa Rukam
- 5.4 Eksodus Besar: Keputusan Pahit Mpu Sindok
- 5.5 Saksi Mata Tunggal: Catatan Bujangga Manik
Bagian III: The War Code (Kode Perang)
Dari Sunyi Senyap Menuju Gemuruh Api (1600 - 1830)
Bab VI: Badai Kota Awan
- 6.1 Interlude: Nafas di Balik Segel Hijau (Kronik 700 Tahun Sunyi)
- 6.2 Pembuka Gerbang: Ki Ageng Wonosobo & Tiga Pilar Utama
- 6.3 Masa Inkubasi: Menjaga "Rumah Tua" (1600-1825)
- 6.4 Bangkitnya Sang Panglima: Muhammad Ngarpah (Setjonegoro)
- 6.5 Kemenangan Politik: Dua Wajah Sejarah (1825-1832)
Bagian IV: Genesis (Kelahiran Kembali)
Transisi dari Strategi Perang Makro ke Pemilihan Lokasi.
Bab VII: Sandi Tutup Gelar
- 7.1 Protokol Identitas Baru: Menanggalkan Gelar Bangsawan
- 7.2 Membaca Peta Mandala: Sandi Pertahanan 19 Desa 72 Dusun
- 7.3 Titik Pendaratan: Lahirnya Identitas Baru - Tanah yang Diberi Nama "Desa Candimulyo"
- 7.4 Teks Alam: Membaca Rahasia di Balik Nama Jawa Baru
Bab VIII: Babad Alas (Para Perintis) Siapakah Mereka?
- 8.1 Jejak yang Tertinggal di Balik Nisan dan Silsilah
- 8.2 Sandi Tutup Gelar: Membuka Topeng Sang Perintis
- 8.3 Benarkah Pembabat Alas Ini Orang Pertama?
Bab IX: Lahirnya Desa
- 9.1 Tantangan Menulis Sejarah: Jejak yang Samar
- 9.2 Anomali Peta 1902: Desa Hantu?
- 9.3 Sengkarut "Desa-Desa Liliput" (1825–1906)
- 9.4 Akta Kelahiran: Berita Desa Tjandimoeljo tahun 1925
Bab X: Profil Nahkoda Desa Candimulyo dari Masa ke Masa
- 10.1 Pawiro Diharjo (Akhir 1800-an–1912): Glondong di Masa "Desa Liliput"
- 10.2 Jogo Wardoyo (1913–1952): Sang "Nero" dan Arsitek Persatuan
- 10.3 Rajoeli (1953–1984): Peletak Dasar Stabilitas Desa Modern
- 10.4 Soegiri (1985–1993): Era Kedewasaan Demokrasi dan Formalisasi Desa
- 10.5 Arwiyono (1994–2002): Nakhoda Era Transisi dan Tokoh Pengabdian Daerah
- 10.6 Ikhsanudin (2002–2013): Keteduhan Kepemimpinan dan Kemandirian Desa
- 10.7 Parman (2014–2027): Angka Tujuh dan Era Keemasan Prestasi Nasional
Bab XI: Membuka Segel Tugu Q-625: Sang Penyaksi Lintas Zaman
- 11.1 Detak di Titik Tengah: Rahasia Lingkaran Pring Cendani
- 11.2 Anomali di Antara Tujuh Puluh Dua: Jejak Ksatria yang Tersisa
- 11.3 Ikatan Suci: Sabda Sang Raja dan Selendang Sutra Benang Emas
- 11.4 Geometri Suci: Poros Bongkotan-Reco dan Cermin Liyangan
- 11.5 Misteri "Candi yang Rata": Isyarat Arkeologis di Bawah Beton
- 11.6 De Jure 1922: Menanam Mata Kolonial di Atas Paku Bumi
- 11.7 Kotak Pandora: Menemukan Kembali Jantung yang Hilang
Bab XII: Dari Titik Nol ke Masa Depan (The Legacy)
- 12.1 Rekonstruksi Peradaban: Dari Jaman Purba Hingga Hari Ini
- 12.2 Kebangkitan Singa Tidur (Transformasi Emas): Dari Desa Tertinggal Menjadi Juara Nasional
- 12.3 Misteri Q-625 Terpecahkan: Pesan untuk Generasi Penerus